Hukum dan Sanksi Terhadap Pelaku Pembabatan Hutan: Analisis Kasus dan Implikasi

Authors

  • M. Rami Ramadhan Fakultas Hukum dan Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Bima, Nusa Tengggara Barat, 84116, Indonesia
  • Syamsuddin Syamsuddin Fakultas Hukum dan Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Bima, Nusa Tengggara Barat, 84116, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63868/jihk.v2i01.52

Keywords:

Corporate Crime; Deforestation; Forest Clearing; Law Enforcement; Legal Sanctions; Strict Liability.

Abstract

Indonesia's tropical forests continue to shrink due to rampant illegal logging, despite the enactment of legal instruments such as the Forestry Law and the Law on the Prevention and Eradication of Forest Destruction (P3H). This study aims to analyze the regulatory framework of sanctions for forest clearing in Indonesia, evaluate the effectiveness of its law enforcement through the analysis of court decisions, and identify the implications of such enforcement weaknesses. This study employs a normative juridical method utilizing statutory and case approaches. The analysis reveals a disparity in law enforcement within the courtroom; criminal sanctions tend to be harshly applied to field laborers but fail to ensnare intellectual actors and corporate entities due to the complexity of proving malicious intent (mens rea). Furthermore, the paradigm shift prioritizing administrative sanctions following the enactment of the Job Creation Law potentially reduces the deterrent effect of the law. This weak enforcement has severe impacts on ecological degradation, the escalation of agrarian social conflicts, and state financial leakage. As a solution, this study recommends the stricter application of the strict liability principle for corporations and the cumulative integration of environmental restoration obligations within judicial verdicts.

References

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Status Hutan dan Kehutanan Indonesia. Jakarta: Kementerian LHK; 2022.

Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sekretariat Negara; 1945.

Pratiwi A, Setiawan B. Dampak pembalakan liar terhadap penerimaan negara sektor kehutanan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik. 2020;11(1):67-82.

Lubis MA, Siddiq M. Analisis yuridis pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi atas pengrusakan hutan. Jurnal RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana. 2021;3(1):35-45.

Pello J, Manuain OG. Implikasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja terhadap tata kelola kehutanan di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Nusantara. 2023;1(1):400-408.

Nugroho R. Penegakan hukum lingkungan dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia. 2017;4(2):123-145.

Marzuki PM. Penelitian Hukum. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2017.

Hutchinson T. Doctrinal research: Researching the jury. Dalam: Watkins D, Burton M, editor. Research Methods in Law. Edisi ke-2. London: Routledge; 2017. hlm. 8-29.

Soekanto S, Mamudji S. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers; 2015.

Amiruddin, Asikin Z. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rajawali Pers; 2012.

Manuain OG. Tinjauan yuridis pengadaan tanah di kawasan hutan untuk Proyek Strategis Nasional pasca berlakunya UU Cipta Kerja. Jurnal Hukum Lingkungan Nusantara. 2023;1(1):400-408.

Rahardjo S. Penegakan Hukum: Suatu Tinjauan Sosiologis. Yogyakarta: Genta Publishing; 2009.

Sihombing J. Konflik agraria dan lemahnya perlindungan hukum masyarakat adat. Jurnal Rechts Vinding. 2019;8(3):389-405.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Ramadhan, M. R., & Syamsuddin, S. (2026). Hukum dan Sanksi Terhadap Pelaku Pembabatan Hutan: Analisis Kasus dan Implikasi . Juris Prima: Jurnal Inovasi Hukum Dan Kebijakan, 2(01), 7–13. https://doi.org/10.63868/jihk.v2i01.52

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.